Pacman dan Tetris

Published on January 12, 2026

Beberapa minggu ini, Nona Kiriya buka jasa pembuatan “Custom Pin.”


Sebagai ayah yang suportif (dan kolektor memorabilia dadakan), saya langsung pesan dua pin dari dua game favorit saya: Pac-Man dan Tetris.


Pac-Man dirilis tahun 1980 oleh Namco, dirancang oleh Toru Iwatani.


Di era game arcade yang didominasi kekerasan, Pac-Man justru hadir dengan konsep yang ringan, ramah, dan inklusif—bisa dimainkan oleh semua kalangan, termasuk perempuan.


Hasilnya? Ia menjelma jadi ikon budaya pop dunia.


Bentuk Pac-Man sendiri terinspirasi dari pizza yang diambil satu potongnya . Menariknya lagi, setiap hantu di Pac-Man punya karakter dan pola perilaku berbeda—bukan sekadar mengejar secara acak.


Gak heran klo kemudian Pac-Man jadi salah satu game dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, bahkan melampaui banyak game modern.


Sementara itu, Tetris diciptakan pada tahun 1984 oleh Alexey Pajitnov, seorang insinyur komputer asal Uni Soviet.


Terinspirasi dari puzzle berbasis bentuk geometri, Tetris awalnya dibuat di komputer yang sangat sederhana—bahkan tanpa grafis.

Popularitasnya meledak secara global setelah hadir di Nintendo Game Boy tahun 1989.


Nama Tetris berasal dari kata “tetromino” dan “tennis” (olahraga favorit penciptanya).


Tidak ada level terakhir—permainan hanya berakhir ketika pemain kalah.


Bahkan, bermain Tetris terbukti dapat memengaruhi cara otak bekerja, termasuk membantu mengurangi pikiran mengganggu—fenomena yang dikenal sebagai Tetris Effect.


Dua game ini menjadi inspirasi bagi saya dan tim di Kummara.com untuk selalu menghadirkan simplicity dan interactivity yang optimal dalam setiap program Game-Based Learning dan Gamification yang kami rancang.


Bukan semata mengikuti tren teknologi tapi benar-benar berupaya memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak terbaik. Bukan yang ribet biar kelihatan hebat, tapi yang relevan dengan konteks (pembelajaran) yang ingin dihadirkan.


*Pinnya sudah dibayar, Mas?
Nah itu… kemarin Kiriya belum terima QRIS, jadi ...pay later 😄